Loading...

13 September 2010

Seri Cerita Anak: Kisah Tikus dan Gajah


Ada sekelompok tikus yang takut akan gajah. Si gajah sering lewat di lahan tempat tikus tinggal. Si belalai panjang itu berjalan dengan kakinya yang sangat besar sehingga banyak tikus yang dirugikan.
Suatu hari, raja tikus menemui raja gajah dan berkata, “Wahai Raja Gajah, jika engkau dan gajah lain tidak berjalan sembarangan di lahan kami, maka kami dapat menolongmu jika suatu saat kau membutuhkan.”
Sang raja gajah menyetujui permintaan tersebut. “Baiklah. Aku dan rakyatku akan berhati-hati agar tidak membahayakan para tikus.”
Sejak hari itu dan seterusnya, para gajah mematuhi perintah rajanya. Kala berjalan, mereka mengangkat kaki dengan sangat hati-hati. Tidak pernah lagi gajah-gajah itu melukai teman kecil mereka.
Apabila gajah-gajah hendak memasuki lahan para tikus, maka mereka mengangkat belalai dan mengeluarkan suara seperti terompet dari hidung panjangnya itu sebagai peringatan, “Hai para Tikus! Kami sedang berjalan-jalan.”
Suatu ketika, para pemburu gajah memasang jebakan di hutan. Mereka sedang mencari banyak gajah untuk dikendarai oleh tentara raja manusia dalam sebuah perang. Hari demi hari, gajah-gajah itu tertangkap dalam jebakan tali yang besar.
Raja gajah sangat sedih karena rakyatnya banyak yang tertangkap pemburu. Dia teringat akan janji tikus. Lalu, dia mengirim pesan untuk teman kecilnya, raja tikus. Sang raja tikus berangkat ke tempat raja gajah. Teman kecil itu bersedia mendengarkan cerita raja gajah.
Kemudian raja tikus memanggil seluruh pasukan tikus. Ribuan tikus bertemu untuk mendiskusikan bagaimana caranya menolong para gajah. Di antara sekian banyak tikus, ada seekor tikus pintar, segeralah dia menyusun rencana. Semua tikus girang mendengarnya.
Para tikus membentuk kelompok-kelompok. Mereka bergerak menuju tempat para gajah ditawan. Tiap kelompok menggerogoti tali dari sebuah jebakan dengan gigi-gigi tajam. Mereka bekerja sepanjang malam.
Keesokan harinya, sebelum subuh, semua gajah telah terbebas dari jebakan. Mereka segera menyingkir jauh-jauh dari hutan. Saat pemburu terbangun, mereka kaget karena semua gajah telah raib. Sebal dengan kegagalan itu, para pemburu pun meninggalkan hutan dengan tangan hampa. Rombongan gajah dan para tikus hidup berdampingan dengan damai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar