28 November 2010

Tak Mengindahkan Acuh

Sob....
Salah satu kesalahan berbahasa yang masih kerap tersiar adalah pemakaian kosakata acuh. Dari kacamata bahasawan awam, acuh acap-acap dimaknai sebagai tak peduli, tidak mau tahu. Boleh jadi pemahanan yang keliru atawa  abai tersebut disumbang oleh beberapa media massa arus utama. Masih iya saja media-media warta  menyuguhkan menu acuh secara salah rasa.

Cuplikan tulisan berikut sekadar pembukti hipotesis tersebut.
Tulisan 1
Tutupi Wajah dengan Rambut, Luna Maya Acuh

Sabtu, 13 November 2010 - 07:11 wib
JAKARTA - Luna Maya tak mengindahkan pewarta yang menghampiri dirinya, seusai menonton pemutaran 'LA Indie Movie'.

Setelah kasus video porno dengan Ariel ‘Peterpan’ mendunia, artis asal Bali mendadak tenggelam dari hiruk pikuk dunia entertainment. Namun demikian, kehadirannya di Mabes Polri merupakan agenda yang selalu ditunggu oleh pemburu berita.

Disinggung mengenai keterlibatannya di Natalie’s Instinc, Luna tak mau berbagi banyak. “Ya kan, tiap peran berbeda-beda. Seru aja,” jawabnya dengan nada malas-malasan, ketika ditemui di Blitz Megaplex, Grand Indonesia (GI), Jakarta Pusat, Jumat (12/11/2010) sore.

Tampaknya Luna masih belum bisa luwes berdiri di hadapan publik. Saat Garin Nugroho mendaulatnya untuk maju ke depan layar bioskop, Luna yang mengenakan dress abu-abu dipadu jaket, memilih berada di belakang Aryo Wahab, sambil memainkan telepon selulernya.

Dia pun rikuh saat bertemu pewarta, padahal hanya sebagian pewarta saja yang mendekati, dan melontarkan pertanyaan kepadanya. Luna pun bergegas meninggalkan Blitz Megaplex, begitu acara selesai.(nov)


  Tulisan 2
Pengalaman
4 Sep 2010
WARGA BABAKAN TERKESAN ACUH TERHADAP PNPM
JARiK Cirebon
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan(PNPM) di Desa Babakan Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon masih Tabu didengar oleh masyarakat setempat. Apalagi untuk mengetahui apa arti dan tujuan dari kebijakan program pemerintah tersebut. PNPM yang pada dasarnya adalah bertujuan untuk membantu masyarakat minoritas dalam ekonomi dan salah satu program pemerintah untuk mengurangi kemiskinan di setiap wilayah yang ada di Indonesia.
Tetapi di Desa Babakan itu sendiri program pemerintah tersebut masih bersifat sembunyi-sembunyi dan terkesan kurang transparan dari pihak pemerintah Desa dan panitia PNPM kepada warganya.Yang lebih menarik lagi warga juga tidak peduli dan acuh tak acuh saja terkait dengan masalah ini. “ Pemerintah Desa dan panitia PNPM Babakan mungkin bukan kurang transparan, tapi lebih tepatnya kurang sosialisasi kepada warga, dan wargapun bersikap acuh atau bersikap masa bodoh dikarenakan warga sudah mengalami krisis kepercayaan terhadap pemerintahan Desa” ujar Agus Fauzi(42), salah satu tokoh pemuda Babakan yang berprofesi sebagai guru. “ Warga sekarang tidak mengurusi hal-hal semacam itu, yang penting bagi warga adalah bagaimana caranya biar kompor gas tetap menyala dan tidak meledak” kata Agus menambahkan.

Ketika salah satu warga, Jaya(46) yang berprofesi sebagai penarik becak ditanyapun jawabannya terbilang sinis. “program apa bae sing pemerintah Desa kita ora nglirik-nglirik acan, mader angger bae baka weteng kampong sih luru mangan dewek, apa maning kita wong cilik. Sing bengen bae ana BLT kita ora oli-oli acan”.(program apa saja yang dari pemerintah Desa, saya tidak  tertarik sama sekali,apa lagi saya orang kecil, tetap saja kalau perut lapar,cari makan sendiri. Yang dulu saja ada program BLT, saya tidak dapat sama sekali).

Sebenarnya pemerintah Desa dan panitia PNPM harus tanggap dengan keadaan ini dan bisa lebih mensosialisasikan program PNPM dan apa saja tujuannya untuk warga. Disamping itu juga pemerintah Desa harus bisa memberikan bukti kepada warga tentang pembangunan fisik yang ada di Desa dan berasal dari dana PNPM tersebut, bukan hanya orang-orang tertentu saja yang paham dan ikut mencicipi dana PNPM, karena tanpa adanya warga, mustahil ada pemerintahan Desa.

Ketika ada Focus Group Discution(FGD) yang diselenggarakan oleh Jaringan Radio Komunitas(JARIK) se Wilayah lll Cirebon di studio 107,7 BBC FM Radio Komunitas Babakan(4/7) dalam pendampingan proteksi sosial pemerintah juga yang hadir dari pihak pemerintah Desa Cuma Bapak Marno(45) yang kapasitasnya sebagai Mandor Desa Babakan dan satu orang dari panitia lokal PNPM. Dan dari diskusi itu sendiri dari pihak Pemdes dan panitia PNPM terkesan seolah-olah Program PNPM di Desa Babakan berjalan dengan baik.biarpun keterangan dari pihak Desa dan panitia PNPM ada yang tidak cocok dengan temuan-temuan di lapangan. Setelah acara Diskusi selesai,dari pihak Pemdes Bapak Marno berujar “ Saya Dan pihak Desa yang lain akan lebih terbuka lagi dengan program apapun dan akan lebih transparan lagi kepada warga, apalagi sekarang ada media sebagai penyambung lidah warga melalui Radio Komunitas BBC” Semua peserta Diskusi dan teman-teman Jarik yang diwakili Rofahan dan Ilham, teman-teman Fahmina Institute diwakili Ade Duryawan, beserta teman-teman Dari PMII Staima dan perwakilan pemuda Babakan mengamini. Amin….(Salman “Bonggan” Alfarisi,BBC FM)

Tulisan 3
 Serikat Buruh China Acuh Dengan Pekerja iPhone Yang Bunuh Diri

CHINA --- Serikat buruh di China bersikap "dingin" terhadap kematian seorang pekerja yang melakukan bunuh diri karena penyelidikannya atas prototipe iPhone yang hilang, menurut laporan website berita utama di daratan, Baidu.
Staf-staf dari Federasi Serikat Dagang China memberitahukan pada Laporan Keuangan Baidu bahwa mereka tidak tahu sedikitpun tentang kejadian itu, dan secepatnya menutup telponnya, sikap mereka "dingin dan mengecewakan".

Tulisan 4
MASYARAKAT ACUH TERHADAP HUKUM
24/03/2010 – 09:30
Fokus pada hukum sekarang lebih teralihkan kepada perkembangan teknologi yang cenderung menuju serba instan dan serba cepat.  
Hal-hal yang digunakan sebagai pembenaran terhadap penerobosan hukum pun semakin banyak, salah satunya adalah kecenderungan muncul semboyan “Peraturan dan hukum dibuat untuk dilanggar”. Ironisnya, semboyan pelanggaran hukum tersebut justru sudah mulai tertanam di benak masyarakat sejak kanak-kanak. Sekadar contoh kecil, banyak siswa yang tidak lagi mengindahkan larangan mencoret-coret meja sekolah.
Sikap hormat terhadap hukum pun menjadi hal yang mustahil untuk dapat ditumbuhkan bila esensi taat hukumnya sudah terlanjur bergeser menjadi acuh hukum.
Sikap mengacuhkan hukum yang berkelanjutan ini bukanlah sepenuhnya kesalahan dari masyarakat, tapi juga didukung dengan tidak efektifnya supremasi hukum di negeri ini. Beberapa faktor penyebab palanggaran peraturan ini antara lain, banyak aturan yang dibuat dengan tidak mempertimbangkan realitas di lapangan. Seperti isu terbaru yang terjadi di Jakarta, yaitu adanya peraturan yang melarang mobil-mobil parkir di tepi jalan umum tertentu, namun tidak didukung  dengan  ketersediaan lahan parkir yang memadai. Dapat diprediksi hal ini menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi keengganan masyarakat untuk mematuhi aturan, terkait dengan kurang realistisnya butir-butir aturan itu sendiri.

Pembaca yang budiman,
Pada keempat berita tersebut terdapat istilah acuh. Acuh masih dipahami sebagai perilaku/tindakan/keputusan tidak peduli, tidak mengindahkan hal/kejadian tertentu. Bukti bahwa kosakata tersebut bermakna tak peduli ditunjukkan oleh kata bercetak tebal pada badan berita, baik di tulisan pertama, kedua, ketiga, maupun keempat.

Senyatanya,
Kata acuh bukan berarti cuek, tidak peduli, tak mau tahu, atau bahasa "girli"-nya lu lu gue-gue. Acuh bernosi peduli, indah.
Pekamus merumuskannya sebagai berikut.
acuh v peduli; mengindahkan: ia tidak -- akan larangan orang tuanya; -- tak -- tidak menaruh perhatian; tidak mau tahu;
meng·a·cuh·kan v memedulikan; mengindahkan: tidak seorang pun yg ~ nasib anak gelandangan itu; acuh·an n hal yg diindahkan; hal yg menarik minat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar